"MAHASISWA PENDIDIK, REALISASI VARSITI"



SUNGGUH AMANAH ITU BERAT 
~SEMOGA DIRI INI TERUS THABAT DAN TIDAK SEKALI-KALI FUTUR DI PERJALANAN DAKWAH~

Nik Azrul Nik Kamarudin
Exco Kebajikan dan Kemasyarakatan
Majlis Perwakilan Pelajar 
UPSI



ISLAM DULU,KINI & SELAMANYA

hadis hari ini

fikir sejenak

pengalaman mengajar kedewasaan

UPSI di hatiku

Saturday, April 4, 2009

YANG LALU BIAR BERLALU

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan
kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama
ertinya
dengan membunuh semangat, memupuskan tekad, dan mengubur masa depan
yang
belum terjadi.

Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak
pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam
ruang
penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan
selamanya,
atau diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang
demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan
mampu
mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya
kembali,
kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan
tidak
akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung
gelap
masa silam, selamatkan diri Anda dari bayangan masa lampau! Adakah Anda
ingin mengembalikan air sungai ke hulu, air susu ke payudara ibu, dan
air
mata ke dalam kelopak mata? Ingat keterikatan Anda dengan masa lalu,
keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakarann emosi
jiwa
Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah
kondisi yang sangat naïf, ironis, memeritkan, dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan,
mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang demikian sangat
berharga. Dalam Al-Qur’an, setiap kali selesai menerangkan keadaan
suatu kaum
dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu
adalah
umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai
pula
urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan
memutar
kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang
menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan,
nenek
moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya
demikan :” Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari
kuburnya”. Dan
konon kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang
sering
bertanya kepada seekor keledai begini :”Mengapa engkau tidak menarik
gerabak?” “Aku benci khayalan,” jawab keledai.

Adalah bencana besar manakala kita rela mengabaikan masa depan dan
justru
hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu sama halnya dengan kita
mengabaikan
istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi pondok-pondok yang telah
lapuk.
Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan
semua
hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab
yang
demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

Orang yang berfikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikit pun
menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan,
air
akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan
segala
sesuatu bergerak maju ke depan. Maka dari itu, janganlah pernah melawan
sunnah kehidupan.


Sumber : La Tahzan oleh Dr. ‘Aidh Al-qarni

1 comment:

✖₪ FarhaniFadzil ₪✖ said...

assalamualaikum.. bukan nk komen post nih. cuma nk wish gud lux.... che kam

Related Posts with Thumbnails